JAKARTA — Para pendiri dan pengurus inti Partai Berkarya Nasional (PBN) memperkuat konsolidasi organisasi melalui rapat terbatas yang digelar di dua lokasi berbeda, pada tanggal 2 dan 5 Agustus 2026, bertempat di Sentul dan Kuningan, Jakarta.

Dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Neneng A. Tuty, S.H., bersama Ketua Dewan Harian Ir. Robin Goeltom dan Sekretaris Jenderal Brigjen TNI (Purn) Achmad Said, pertemuan ini memantapkan gerakan serta program kerja partai dalam upaya memperoleh legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM sekaligus menyiapkan diri sebagai peserta Pemilu 2029.

Kepengurusan Daerah Sudah Terpenuhi, Syarat Menuju Legalitas

Ketua Umum Partai Berkarya Nasional, Neneng A. Tuty, S.H., menyampaikan kepada awak media bahwa saat ini kepengurusan partai telah terpenuhi di setiap daerah. Hal itu merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh partai politik sesuai amanat Permenkumham No. 35 Tahun 2017.

“Untuk itu saya berpesan agar semua kader mau saling bekerja sama, saling membantu sesama kader yang ada di daerah, demi kemajuan dan kebesaran Partai Berkarya Nasional pada Pemilu yang akan datang,” ujar Neneng mengajak seluruh elemen partai bersatu.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa Partai Berkarya Nasional akan secara aktif mendukung program-program pemerintah yang sedang berjalan, sebagai wujud kontribusi nyata partai terhadap kemajuan bangsa.

Optimisme Lolos Verifikasi dan Masuk Senayan

Ketua Dewan Harian, Ir. Robin Goeltom, bersama Sekretaris Jenderal, Brigjen TNI (Purn) Achmad Said, menyampaikan keyakinan penuh terhadap masa depan partai.

“Kami optimis bahwa Partai Berkarya Nasional akan lolos sebagai peserta Pemilu pada tahun 2029 dan akan masuk Senayan,” tegas keduanya dengan penuh keyakinan.

Semangat ini didasari oleh kepengurusan yang sudah utuh hingga ke daerah, struktur yang terbangun, serta dukungan kader yang terus tumbuh dari berbagai kalangan.

Agenda Rapat: Legalitas, Program Kerja, dan Dukungan kepada Pemerintah

Rapat terbatas yang berlangsung di Sentul dan Kuningan tersebut membahas tiga hal utama:

No Agenda Pembahasan
1 📋 Pemantapan gerakan dan program kerja partai
2 ⚖️ Upaya memperoleh legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM
3 🤝 Dukungan terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan

Seluruh keputusan diambil secara bersama dengan semangat persatuan dan kesatuan organisasi. Tidak ada kepentingan pribadi, semuanya diarahkan untuk kebesaran partai dan pelayanan kepada rakyat.

Bersatu, Bekerja Sama, Bangun Partai yang Kuat

Pesan utama yang disampaikan pimpinan adalah ajakan kepada seluruh kader di daerah untuk menjaga kerukunan, saling menguatkan, dan bekerja sama tanpa ego sektoral. Kepengurusan yang sudah lengkap di setiap wilayah harus diisi dengan kerja nyata, bukan sekadar nama di struktur.

“Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Jika kita bersatu dan saling membantu, tidak ada yang mustahil. Mulai dari rumah, dari desa, dari kecamatan, kita bangun kekuatan ini hingga ke tingkat pusat,” demikian harapan yang mengalir dari pertemuan tersebut.

Langkah konsolidasi ini menjadi bukti keseriusan Partai Berkarya Nasional hadir sebagai kekuatan politik yang siap bersaing secara sehat, terstruktur, dan berlandaskan hukum yang sah. Dari rapat di Sentul dan Kuningan ini, satu hal yang jelas: pintu menuju Pemilu 2029 sudah terbuka, dan Partai Berkarya Nasional melangkah dengan keyakinan, kesiapan, serta harapan besar untuk menjadi bagian dari perubahan Indonesia yang lebih baik.

Seluruh mata kini tertuju pada proses verifikasi di Kemenkumham dan langkah-langkah strategis berikutnya. Semoga persiapan ini berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh rakyat Indonesia.