MALANG – Dugaan praktik perjudian sabung ayam dan permainan dadu kembali mencuat di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Aktivitas yang diduga berlangsung secara sembunyi-sembunyi ini memicu keresahan warga yang mulai mempertanyakan ketegasan dan pengawasan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

Berlangsung Lama dengan Pola Buka-Tutup

Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik perjudian tersebut ternyata bukan hal baru. Sejumlah warga menyebut aktivitas ini telah berlangsung dalam kurun waktu cukup lama dengan pola yang sulit dipantau: terkadang terlihat ramai, terkadang tiba-tiba sepi seolah tidak terjadi apa-apa. Pola buka-tutup ini diduga sengaja diterapkan untuk menghindari pengecekan dan penertiban aparat.

“Informasinya sudah lama, aktivitasnya terkadang terlihat dan terkadang tidak. Kami berharap aparat melakukan pengecekan secara langsung,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga Minta Dua Hal: Tindakan Tegas atau Klarifikasi Resmi

Kondisi ini memunculkan harapan besar masyarakat kepada pihak berwenang, khususnya Polsek Sumberpucung dan Polres Malang. Warga menuntut dua hal sekaligus:

– Jika terbukti benar: Segera lakukan penindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
– Jika tidak benar: Berikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan yang berkepanjangan.

Dampak Perjudian dan Pertanyaan atas Pengawasan

Masyarakat menilai pengawasan terhadap praktik perjudian harus berjalan konsisten dan tidak boleh kendur. Selain melanggar hukum, perjudian sabung ayam dan dadu juga berpotensi merusak tatanan sosial, memicu konflik, serta mengganggu ketertiban umum di lingkungan warga.

Publik pun berharap Polda Jawa Timur turut melakukan supervisi guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur dan tuntutan masyarakat segera ditindaklanjuti.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Sumberpucung, Polres Malang, maupun Polda Jawa Timur terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut. Warga pun masih menunggu langkah konkret aparat di lapangan.