MAKASSAR – Pemerintah Indonesia terus mengembangkan program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.
Di Kota Makassar, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, menjadi salah satu lokasi yang direncanakan untuk pembangunan fasilitas PSEL.Senin 13 Juli 2026.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan perkotaan sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat.
Rencana pembangunan tersebut mendapat perhatian dan respons positif dari sebagian warga. Mereka berharap kehadiran PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selama membuka lapangan kerja dan iuran listrik gratis, kami mendukung proyek ini,” ujar salah seorang warga.
Selain mendukung pengelolaan sampah yang lebih modern, PSEL juga diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terbuka dan transparan agar proses pembangunan berjalan dengan baik serta tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Dengan hadirnya program PSEL, diharapkan Kota Makassar mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendukung upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.







