MAKASSAR – Rasa kecewa mendalam melanda hati juru parkir (jukir) resmi di kawasan Pasar Cidu, Kota Makassar. Selama kurun waktu empat hingga lima tahun terakhir, mereka mengaku tidak pernah mendapatkan fasilitas perlengkapan kerja berupa rompi identitas dari pengelola, Perumda Parkir Makassar Raya.

Keluhan ini menyoroti ketimpangan perlakuan; sementara jukir di wilayah lain telah dilengkapi atribut keselamatan tersebut, nasib rekan mereka di Pasar Cidu masih tertunda tanpa kejelasan.

Sigap Menagih Setoran, Lalai Memberi Hak

Salah satu jukir yang bersuara mengungkapkan bahwa manajemen terkesan sangat cepat dan tegas dalam memantau pemungutan iuran dan kewajiban setoran harian. Namun, perhatian terhadap kesejahteraan, perlindungan diri, serta identitas kerja justru terabaikan.

“Kami ini hanya dituntut untuk menyetor dan memungut iuran terus, tapi hak kami sebagai jukir resmi seakan diabaikan. Sudah 4 sampai 5 tahun saya bersabar menanti rompi, sementara yang lain sudah dapat,” keluhnya dengan nada getir.

Janji Manis Humas yang Patah di Tengah Jalan

Kekecewaan ini memuncak karena adanya janji yang pernah diberikan secara langsung. Pihak Humas Perumda Parkir dikabarkan pernah memanggil para petugas dan berjanji akan segera menyalurkan rompi di hadapan awak media.

Nyatanya, hingga berita ini diturunkan, janji tersebut belum terbukti dan dinilai hanya sekadar retorika belaka.

Tanda Tanya Transparansi dan Tanggung Jawab

Kejadian ini memicu keraguan publik terhadap akuntabilitas Perumda Parkir Makassar Raya. Jukir adalah garda terdepan yang berjuang di lapangan untuk menggerakkan roda Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Mengabaikan kelengkapan kerja mereka berarti mengabaikan standar pelayanan dan keselamatan yang seharusnya terjaga.

Hingga saat ini, redaksi masih berupaya menyambangi pihak manajemen dan Humas Perumda Parkir untuk meminta klarifikasi resmi terkait penundaan distribusi rompi di Pasar Cidu. Publik menanti jawaban apakah hak-hak petugas lapangan ini akan segera dipenuhi atau terus terkatup dalam ketidakpastian.