SIDOARJO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menghadirkan keadilan layanan pendidikan hingga wilayah paling terpencil kembali ditegaskan. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., turun langsung meninjau SD Negeri Kupang 3 dan SD Negeri Kupang 4 di Kecamatan Jabon, Senin (20/7/26), memastikan percepatan rehabilitasi bangunan sekolah sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di kawasan pesisir.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah hamparan kawasan pesisir yang jauh dari pusat pemerintahan, Mimik melihat secara langsung kondisi ruang-ruang belajar yang telah lama membutuhkan perhatian serius.

Atap yang bocor, dinding yang retak, hingga sekat antar kelas yang berlubang menjadi potret nyata tantangan pendidikan di wilayah terpencil.

Di SD Negeri Kupang 3 yang menampung sekitar 70 siswa, sejumlah ruang kelas dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. Kondisi itu, menurut Mimik, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau memang harus direhabilitasi total, segera direncanakan agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Peninjauan kemudian berlanjut ke SD Negeri Kupang 4, sekolah yang berdiri sejak 1987 dan kini hanya memiliki 12 siswa. Meski jumlah peserta didiknya sedikit, perhatian pemerintah tidak berkurang sedikit pun.

Empat ruang kelas di sekolah tersebut diprioritaskan untuk direhabilitasi menggunakan material yang dirancang khusus agar lebih tahan terhadap korosi akibat tingginya kadar garam di kawasan pesisir.

“Walaupun siswanya hanya dua belas orang, mereka tetap memiliki hak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Sekolah di daerah terpencil seperti ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Mimik.

Di balik keterbatasan sarana, Wakil Bupati juga memberikan penghormatan kepada para guru yang tetap mengabdikan diri mendidik generasi penerus bangsa di wilayah yang aksesnya tidak mudah dijangkau. Dedikasi mereka dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah pesisir.

“Terima kasih atas pengabdian bapak dan ibu guru. Meskipun muridnya sedikit, tetap semangat mendidik mereka karena setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang terbaik,” katanya.

Selain memastikan rehabilitasi sekolah, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pemenuhan gizi peserta didik. Selama ini siswa di SD Negeri Kupang 3, SD Negeri Kupang 4, maupun taman kanak-kanak di kawasan tersebut belum menikmati Program Makan Bergizi Gratis karena pembangunan dapur pelayanan masih berlangsung dan lokasi distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) relatif jauh.

Mimik memastikan persoalan itu segera teratasi setelah koordinasi lintas instansi dilakukan.

“Sudah kami koordinasikan. Insya Allah akhir bulan ini MBG mulai disalurkan sehingga anak-anak di wilayah ini dapat segera merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty Lastiningsih, menegaskan seluruh hasil peninjauan akan segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis.

Rehabilitasi bangunan, katanya, tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik lingkungan pesisir agar konstruksi lebih kuat dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

“Perbaikan akan menggunakan material yang sesuai dengan kondisi lingkungan pesisir sehingga bangunan lebih awet dan pemanfaatan anggaran menjadi lebih efektif. Kami juga memastikan Tunjangan Bantuan Pendidikan tahap I dan II bagi siswa yang memenuhi syarat dapat segera direalisasikan tahun ini,” ujarnya.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terpencil juga datang dari legislatif. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru yang bertugas di kawasan pesisir melalui tambahan insentif serta tunjangan transportasi dalam APBD 2027.

Menurutnya, para guru selama ini masih harus menanggung sendiri biaya perjalanan menuju sekolah, sehingga diperlukan regulasi yang mampu memberikan perlindungan dan penghargaan atas pengabdian mereka.

Ia juga menilai wilayah Kupang, Kecamatan Jabon, perlu menjadi prioritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus mendapatkan perhatian terhadap peningkatan infrastruktur jalan menuju sekolah.

“Guru di wilayah terpencil masih menanggung sendiri biaya transportasi. Karena itu kami mengusulkan adanya tunjangan khusus yang didukung regulasi daerah.

Selain itu, wilayah Kupang Kecamatan Jabon juga harus menjadi prioritas Program Makan Bergizi Gratis serta mendapat perhatian dalam perbaikan akses jalan menuju sekolah,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian, Wakil Bupati menyerahkan bantuan kepada para guru dan siswa. Lebih dari sekadar bantuan simbolis, kehadiran pemerintah di ujung pesisir Jabon menjadi penegasan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya diukur dari pembangunan di pusat kota, melainkan juga dari keberpihakan kepada anak-anak yang belajar di wilayah paling jauh.

Langkah tersebut menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang aman, serta pemenuhan gizi yang memadai, tanpa memandang letak geografis maupun jumlah peserta didik.