MAKASSAR — Ratusan peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) lingkup Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, terpaksa harus gigit jari. Proses seleksi yang mereka ikuti kurun waktu sekitar sembilan bulan, tiba-tiba dibatalkan.
Beredarnya surat Kadisdik Sulsel dengan Nomor : 005/6590/Disdik.Tanggal 23 Juli 2026, sontak membuat heboh jagad satuan pendidikan di Sulsel, khusunya bagi kalangan peserta BCKS 2025 yang berjumlah 551 orang dari berbagai kabupaten/kota. Pasalnya, belum ada pengumuman hasil, seleksi justru dibatalkan.
Dalam surat edaran tersebut berbunyi, ”
Pembatalan seleksi BCKS nomor: 005/13937/Disdik tgl 29 Oktober 2025 perihal undangan seleksi BCKS, dikarenakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum menetapkan bakal calon sampai dokumen administrasi yang di persyaratkan telah berakhir masa berlakunya (6 bulan)”
Terbitnya surat pembatalan tersebut, jelas mengundang banyak reaksi kekecewaan dari para peserta seleksi BCKS 2025. Salah satunya Mhd, asal Makassar. Diungkapkan, bahwa proses seleksi yang ia ikuti sejak digelar giat Rekrutmen BCKS Oktober 2025, dengan segala proses administrasi dan rangkaian test substansi, justru jadi sia-sia.
“Kita sudah korbankan waktu, tenaga, bahkan biaya untuk mengikuti proses seleksi BCKS ini. Apalagi peserta yang dari daerah. Kami sangat kecewa dengan kinerja Kadisdik Sulsel beserta jajarannya yang menangani proses seleksi ini, ” lontarnya dengan nada kecewa, Sabtu 25 Juli 2026.
Hal senada juga dilontarkan Ais, peserta seleksi BCKS 2025 asal Kabupaten Gowa. Proses seleksi, debutnya, sudah berjalan secara profesional, karena melibatkan Sekprov Sulsel, Kepala BKD Pemprov Sulsel, Kepala Inspektorat Pemprov Sulsel, Dewan Pendidikan SulSel dan unsur lainnya dalam proses seleksi interview.
“Kami mengganggap proses seleksi ini, sudah matang dan profesional. Namun dikarenakan ada kesalahan pihak Pemrov Sulsel, mengapa justru kami yang dikorbankan. Ini diskriminatif, ” sesalnya
Kekecewaan para peserta seleksi BCKS 2025 ini, juga banyak beredar diberbagai flatform media sosial. Mereka umumnya menuntut pertanggungjawaban Kadisdik Sulsel dan berharap agar Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, segera mengambil keputusan secara bijak dengan tidak mengorbankan perjuangan ratusan peserta seleksi BCKS 2025. (**)







