SULSEL – Penanganan kasus kecelakaan laut KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar mencatat perkembangan penting. Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar konferensi pers untuk memaparkan hasil terbaru proses identifikasi dan status operasi pencarian yang telah resmi diakhiri. Jumat 24 Juli 2026.
Konferensi pers berlangsung di kantor Biddokkes Polda Sulsel, dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA, serta didukung tim DVI Pusdokkes Polri, forensik, dan tim identifikasi kepolisian.
Rekap Peristiwa dan Status Penumpang
KM Nurul Salsa mengalami musibah pada 15 Juli 2026 di wilayah Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan data Basarnas, kapal tersebut membawa 76 orang—lebih banyak dari 45 nama yang tercatat dalam manifes.
Pada tahap awal evakuasi, berhasil diselamatkan 58 orang selamat dan satu orang meninggal dunia akibat sakit. Dari 17 orang yang sempat hilang, tim SAR gabungan menemukan 3 orang, sehingga tersisa 14 orang yang belum ditemukan.
Basarnas Sulsel secara resmi menutup operasi pencarian pada Jumat ini setelah evaluasi menyeluruh.
Satu Lagi Teridentifikasi, Total Tiga Korban Dikenali
Kabiddokkes Polda Sulsel menjelaskan bahwa pada Jumat (24/7/2026) pukul 10.00 WITA, tim DVI gabungan menerima satu kantong jenazah dan segera melakukan verifikasi.
“Hasil pencocokan sidik jari, data medis, dan barang bukti menunjukkan jenazah dengan nomor PM62B03 Selayar adalah milik Hasbi (41), warga Labuang Marege, Desa Maminasa, Kecamatan Pasimasunggu,” ungkap dr. Muhammad Haris.
Sebelumnya, tim juga telah berhasil mengidentifikasi Hasriati (44) dan Bau Intang (52). Sejauh ini, total tiga jenazah telah terverifikasi secara resmi.
Penyelidikan Tetap Berlanjut
Meski operasi pencarian telah dihentikan, penyelidikan atas penyebab dan rangkaian kejadian kecelakaan tidak berhenti. Polda Sulsel akan terus memaparkan perkembangan kasus secara berkala demi transparansi kepada keluarga korban dan masyarakat luas.







