PANGKEP – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat membuat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyusun skala prioritas pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2026.
Meski anggaran terbatas, sejumlah program strategis tetap dipastikan berjalan, mulai dari peningkatan kualitas jalan, penataan Alun-alun Pangkep, hingga penanganan kawasan rawan banjir.
Kepala Dinas PU Kabupaten Pangkep, Andi Irwan, ST., MT., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Wirakarya, Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Senin (3/8/2026).
Ia menyebutkan, anggaran belanja modal yang dikelola instansinya tahun ini merupakan yang paling kecil selama dirinya memimpin.
“Kalau tahun ini memang anggaran kita sangat terbatas. Setelah adanya efisiensi dari pemerintah pusat, banyak kegiatan yang terpaksa dihilangkan. Belanja modal yang kami kelola hanya sekitar Rp40 miliar dan itu sudah termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp9 miliar,” ujarnya.
Andi Irwan menjelaskan, dana DAK sebesar Rp9 miliar dialokasikan untuk peningkatan dua ruas jalan, yakni di Kecamatan Tompobulu senilai sekitar Rp6 miliar dan wilayah Sigiri sebesar Rp3 miliar.
Sisa anggaran lainnya digunakan untuk sejumlah pekerjaan jalan skala kecil, antara lain Jalan Matahari, ruas jalan di samping Kantor DPRD Pangkep, perbaikan permukaan jalan dalam kota, serta beberapa ruas jalan di kecamatan lainnya.
Selain APBD, Dinas PU juga menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp9 miliar.
Anggaran ini difokuskan pada perbaikan ruas-ruas jalan yang menjadi keluhan warga, antara lain jalan menuju Ka’bah Muaddib yang akan dibeton, perbaikan Jalan Panaikang–Maddumpu yang rusak akibat beban angkutan material batu gunung, serta perbaikan jalan di belakang Pasar Sigiri.
“Kami bersyukur ada bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi. Sejumlah ruas yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat akhirnya bisa ditangani tahun ini,” katanya.
Dinas PU juga merencanakan pengecoran jalan dari depan Kodim 1421/Pangkep hingga depan Polres Pangkep. Pekerjaan ini baru akan dimulai setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keputusan itu diambil agar pelaksanaan pengecoran tidak mengganggu aktivitas warga maupun latihan Paskibraka, mengingat beton membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk kering dan siap dilalui.
“Kalau dipaksakan sekarang, jalan harus ditutup sebagian dan itu bisa mengganggu aktivitas masyarakat serta latihan Paskibraka. Karena itu sementara kami lakukan penambalan terlebih dahulu, kemudian setelah Agustus baru dilakukan pengecoran,” jelasnya.
Menjelang pelaksanaan MTQ Korpri Nasional di Pangkep, Dinas PU juga melakukan penataan Alun-alun Pangkep melalui pemasangan paving block dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar. Selain mempercantik kawasan, sistem drainase di sekitar alun-alun turut dibenahi melalui pembangunan saluran keliling, pemasangan pipa resapan, serta pembuatan titik biopori guna mengurangi genangan air saat hujan.
“Kami berharap alun-alun menjadi lebih rapi dan nyaman. Kalau nanti masih ada titik yang tergenang, paving block mudah dibuka kembali untuk dilakukan perbaikan,” ujar Andi Irwan.
Terkait sorotan warga mengenai ketebalan lapisan beton di Jalan Matahari, Andi Irwan menegaskan spesifikasi ketebalan 15 sentimeter telah disesuaikan dengan kondisi konstruksi jalan yang dinilai masih layak. “Dasar jalannya masih bagus sehingga yang kami tangani hanya lapisan atasnya. Kerusakan di sana juga dipengaruhi genangan air yang sering terjadi,” tambahnya.
Ia juga menyoroti persoalan banjir di kawasan Jalan Matahari yang tidak hanya dipengaruhi kapasitas saluran air, melainkan juga perilaku sebagian warga yang kerap menutup saluran air dan membuang sampah sembarangan ke selokan.







