MAKASSAR – Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Global Press Network (GPN) melakukan pertemuan strategis dengan jajaran Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan. Pertemuan ini berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di Warkop Maharani, Jalan Kumala, Kota Makassar.
Kedatangan Devinarti, selaku Kepala Devisi Pendidikan dan Jurnalis GPN, disambut langsung oleh Ketua DPW GPN Sulawesi Selatan Hamka Hamid, didampingi oleh Sekretaris Jenderal GPN Syamsuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Devinarti menyampaikan rencana dan agenda utama yang akan dijalankan, yaitu penyelenggaraan seminar, pelatihan, serta program pendidikan jurnalistik yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi insan pers di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk menyamakan visi dan menyusun langkah nyata. Pendidikan dan pembinaan adalah prioritas GPN agar setiap anggotanya memiliki bekal pengetahuan, etika, dan hukum yang memadai dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Devinarti.
Ketua DPW GPN Sulsel, Hamka Hamid, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kelancaran setiap kegiatan yang akan diselenggarakan.
Menurutnya, program pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia pers yang terus berkembang, terutama di era transformasi digital saat ini.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini. Kehadiran program pendidikan dan seminar jurnalistik akan menjadi wadah berharga bagi wartawan dan insan pers di Sulawesi Selatan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas karya. Kami siap bekerja sama dan mempersiapkan segala kebutuhan agar kegiatan berjalan sukses,” tegas Hamka Hamid.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Dengan adanya kesepakatan bersama, diharapkan program-program pendidikan jurnalistik GPN dapat segera direalisasikan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh anggota dan masyarakat luas di Sulawesi Selatan.
Sekretaris Jenderal GPN, Syamsuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen organisasi untuk menjadi wadah yang tidak hanya menyatukan insan pers, tetapi juga mencetak jurnalis yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.







